Pentingnya Memahami Gap Likuiditas Dalam Memilih Instrumen Liabilities Bank

  
Oleh : Rachmat Wibisono
Founder Vertical Quantum

Link di atas merupakan wawancara penulis dengan Republika pada hari Minggu tanggal 03 Maret 2019. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk menjabarkan wawancara tersebut dengan sedikit lebih detail karena keterbatasan volume halaman yang tersedia dalam republika.co.id.  Disamping itu Vertical Quantum ingin agar pembaca ikut memahami secara singkat strategi likuiditas Perbankan.

Bank yang disebut likuid, adalah Bank yang memiliki kemampuan  dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Seperti kita ketahui bahwa bisnis perbankan adalah menyalurkan dana masyarakat yang ditempatkan dalam bentuk tabungan, giro ataupun deposito kepada pihak yang membutuhkan dana. Menilik behavioral dari para nasabah penyimpan pada bank maka sebagian besar dana masyarakat merupakan dana yang bisa kapan saja diambil oleh pemiliknya, seperti yang disimpan daalam  produk tabungan dan giro. Sedangkan untuk dana masyarakat yang disimpan dalam bentuk deposito umumnya memiliki jangka waktu yang lebih panjang dan lebih jelas kapan ditarik oleh pemiliknya. Meskipun tidak jarang bahwa dana deposito yang telah jatuh tempo diperpanjang masa penempatannya oleh pemilik dana, Bank tetap harus mengatur profil jatuh tempo dana pihak ketiga dengan baik. Oleh karena itu  Bank harus memiliki studi yang baik tentang bagaimana perilaku dana simpanan yang ada padanya. Studi yang baik dapat berupa desain model peramalan yang akurat sehingga Bank dapat memperkirakan perilaku dana pihak ketiga yang ada dimasa mendatang.

Di lain pihak, Bank menyalurkan dana nasabah tersebut kepada pihak yang membutuhkan dan Bank mengambil selisih tingkat margin, antara margin simpanan yang diberikan kepada penyimpan dan margin kredit yang didapat Bank dari debitur, sebagai pendapatan Bank.

Mengacu pada Basel III maka Bank akan menjaga kondisi likuiditasnya dengan membentuk asset likuid dengan kualitas yang tinggi (high liquid assets). Dengan memiliki kualitas asset yang baik (high liquid assets), diharapkan apabila suatu saat Bank membutuhkan likuiditas maka asset tersebut dapat cepat di jual dengan discount rate yang rendah atau bahkan memberikan keuntungan bagi Bank. Memilih asset dengan tujuan back up likuiditas mempunyai teknik dan juga pengetahuan khusus tentang produk pasar uang. Hal ini agar tujuan building asset tersebut dapat mencapai tujuannya. Apabila pembaca tertarik untuk mempelajari hal ini, anda dapat mendaftar Training Vertical Quantum dengan topik Money Market – Product and Hedging Strategy. Vertical Quantum akan membawa peserta training untuk memahami pasar uang antar Bank, produk-produk pasar uang, studi gap (interest rate gap dan liquidity gap), juga strategi yang bisa dikembangkan dalam trading dan banking book.

Kembali kepada kondisi likuiditas perbankan, apabila Bank tersebut telah dapat membentuk komposisi asset yang baik dan mampu meng cover kebutuhan likuiditas jangka pendeknya maka gap likuiditas akan positif dan bank tidak akan kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Namun sebaliknya apabila gap likuiditasnya negative maka akan timbul masalah likuiditas jangka pendek bagi Bank tersebut.

Perlu diketahui apabila problem likuiditas perbankan merupakan problem jangka pendek maka sebaiknya Bank mengambil kebijakan untuk mengatasinya dengan produk maoney market. Namun Banyak juga ditemui dalam bisnis Bank suatu kondisi dimana Bank terus menerus memiliki gap likuiditas negative maka pihak manajemen Bank harus melakukan audit yang mendetail untuk mengetahui penyebab utama dari kondisi ini. Penyelesaian kebutuhan likuiditas dengan pasar uang tidak akan menyelesaikan masalah, namun justru hanya mengulur waktu tanpa menyelesaiakan akar masalah sebenarnya. Hal ini justru dapat mengganggu laba Bank karena biaya dana akan terus membengkak.

Pemilihan instrument liabilitas dengan jangka waktu jatuh tempo yang relative panjang merupakan pilihan yang tepat untuk mengatasi gap likuiditas dengan jangka waktu yang tidak bisa diadopsi oleh produk money market. Hal ini memberikan kesempatan bagi manajemen Bank untuk melakukan pembenahan atas struktur asset jangka pendek dan struktur liabilitas jangka pendek Bank secara simultan. Bersamaan dengan itu pihak manajemen Bank juga memiliki kelonggaran cash flow dalam memenuhi kewajiban kepada investor surat utang karena dengan jangka waktu yang panjang maka kewajiban pemenuhan pembayaran pokok dan bunga tentu akan lebih ringan.

Namun yang tidak boleh dilupakan adalah hasil audut atas persoalan sebenarnya yang terjadi mengapa terjadi gap likuiditas dengan jangka waktu yang panjang. Manajemen harus mampu untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik hingga tidak akan terjadi kembali di masa yang akan datang.

 

Vertical Quantum menyelenggarakan training Money Market-product and hedging strategies yang akan membahas teknik-teknik identifikasi, penyelesaian atas problem likuiditas serta manejemen likuiditas dengan memanfaatkan produk liabilitas jangka pendek dan jangka panjang. Selamat mencoba untuk bergabung dengan training treasury dan keuangan Vertical Quantum. Kami ingin menjadi bagian dari anda dan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah positif dimasa mendatang. Seperti visi kami “Creating Future Positive Value”.  Hubungi kami melalui email info@verticalquantum.com atau melalui Telp dan WA di 081 333 739 111.

Scroll to top